17 Desember 2018

Ngopi (Ngobrol Pintar) 1



HIMAPUBLIK PRESENT
NGOPI ( Ngobrol Pintar )

Theme : Tinjauan Pembangunan Infrastruktur Publik dalam Perspektif

UU No. 25 Tahun 2009
“Pelayanan Publik”


Pelayanan publik yaitu melayani masyarakat dalam pelayanan barang dan jasa secara
menyeluruh.
Kebijakan Publik yaitu peraturan atas kebutuhan msayarakat.

Kebijakan Publik Abstrak : UUD
Kebijakan Publik Manajerial : Eksekutif contohnya, Perpres, Pergub
Kebijakan Publik Operasional : Peraturan Menteri

KCIC ( Kereta Cepat Indonesia-China ) , Jakarta-Bandung
Perusahaan Pemenang Tender yaitu WIKA, HK, BUKAKA
Biaya KCIC Rp500.000/Trip

Dampak daripada pembangunan proyek ini adalah:
1. Macet
2. Polusi
3. Rasio jalan yang semakin sempit dan berimbas pada kemacetan

UU No. 25 Tahun 2009
Tujuan : Dapat menganalisis semua kebijakan publik
BAB 5, Pasal 28 Ayat 1
“Kerjasama sebagaimana, Beban bagi masyarakat”

DISKUSI

Fadhlu

Mengapa KCIC harus Jakarta-Bandung, padahal jarak tsb masih bisa ditempuh
dibandingkan Jakarta-Surabaya dll?
Mengapa biaya KCIC sangat mahal yaitu Rp500.000/trip dalam arti biaya semahal itu
hanya bisa ditinjau oleh kalangan atas?

JAWABAN :

Bernard
Kebijakan mereka memilih KCIC Jakarta-Bandung untuk UJI COBA dan
meminimalisir hal hal yang tidak diinginkan selain itu tunggakan dana juga sangat
berpengaruh. Jika pertama yang mereka pilih adalah jarak tempuh yang sangat jauh
semisal Jakarta-Surabaya otomatis Indonesia sangat membutuhkan banyak dana.
Padahal dana yang terpakai dalam proses pembuatan KCIC Jakarta –Bandung ini saja
masih terlibat utang luar negeri yang Alhasil makin melonjak.


ARGUMENT


Jeremi

Jika bangun kereta lebih baik tidak perlu memakai tiang tiang karena kurang efektif.

Bernard
Kondisi Bandung, jalannya tidak rata. Jadi, memakai tiang mampu meratakan jalan.

Fadhlu
Dengan memakai tiang tujuannya untuk keselamatan masyarakat dalam beraktivitas.
Kondisi Jakarta dan Bandung juga berbeda.

Halomoan
Adanya KCIC sangat membantu kita sebagai masyarakat dalam beraktivitas, terutama
weekend banyak yang pergi liburan. Disisi lain, Jalan Tol dapat mengurangi volume
kendaraan (mengurangi kemacetan).
Untuk permasalahan biaya, kalangan menengah kebawah bisa naik mobil atau
angkutan umum juga masih banyak. Tetapi dalam hal ini mengenai jangka panjang,
biaya hidup memang semakin mahal seperti Pemesanan tiket pesawat menaik,
pembelian mobil pun meningkat.
Oleh karena itu, tingkat perekonomian masyarakat Indonesia pun pasti semakin
meningkat. Kemungkinan ComingSoon masyarakat Indonesia sebagian besar mampu
menggunakan KCIC dalam range waktu puluhan tahun atau jangka waktu yang sangat
panjang 20tahun keatas.

TEORI THOMAS R.DYE
2 Kacamata (+) / (-)

Fadhlu (-)
1. Indonesia mempunyai utang yang besar, jika dilaksanakan kebijakan pembuatan
KCIC akan semakin besar utang Indonesia bahkan membludak.
2. Tidak bisa dijangkau oleh semua kalangan, Jika ini pelayanan publik seharusnya
bisa dirasakan oleh semua kalangan.

Jeremi (-)
Jika ini pelayanan publik, semua kalangan harus dapat merasakannya agar tercipta
keadilan dan sama rasa. Tidak ada masyarakat tingkat kelas / golongan-golangan.

Nadia (+) dan Irfan (+)
Indonesia melihat negara China mampu melaksanakan kebijakan publik ini demi
mencapai kemajuan dalam arti China saja bisa Indonesia harus bisa.

Halomoan (-)
Pertunbuhan ekonomi naik turun, tetapi perkembangan teknologi terus meningkat.
Korea Selatan dulu tidak punya kereta cepat tetapi sekarang sudah punya.
KCIC untuk jangka panjang sangat berguna karna kehidupan bagai waktu yang terus
berjalan begitu cepat “time is money”
Di Eropa : Orang orang Eropa tidak pernah bahkan tidak ada yang jalan lambat. Karena menurut mereka waktu sangat bermanfaat.

Jika diprediksi, KCIC harganya nanti bisa turun
Karena, mempertimbangkan semua kalangan terutama kalangan menengah kebawah.

Rudy (-)
Jika dibandingkan dengan negara China, sangat sulit mencapainya
Bab? Pasal? Dalam perspektif UU No. 25 tahun 2009
Asas Persamaan.............
Jika kita tinjau, kebijakan publik dalam pembuatan KCIC ini berbenturan dengan
Asas Persamaan karena tidak bisa dijangkau oleh semua kalangan.

04 Desember 2018

KUNJUNGAN LEMBAGA DI BALAI KOTA MALANG

Kegiatan Penelitian dan Kunjungan Lembaga merupakan program kerja tahunan Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik. Adapun tujuan dari kegiatan Penelitian dan Kunjungan Lembaga ini yaitu untuk membuka pola pikir mahasiswa Administrasi Publik agar lebih luas serta peka terhadap isu-isu publik yang sifatnya kontemporer. Selain itu dari program kerja penelitian dapat melatih mahasiswa Administrasi Publik dalam membuat skripsi sehingga pada saat mengerjakan skripsi dapat memahami lebih dalam, baik dalam metode kualitatif maupun kuantitatif. Kegiatan Penelitian dan Kunjungan Lembaga periode 2018/2019 dilaksanakan di Kota Malang pada tanggal 01 – 07 Desember 2018 yang diikuti oleh 60 peserta, 56 peserta mahasiswa- mahasiswi aktif Administrasi Publik Universitas Nasional dan 4 Dosen Pembimbing.

KUNJUNGAN LEMBAGA DI BALAI KOTA MALANG


Kunjungan Lembaga Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik yang dilaksanakan di Pemerintah Kota Malang pada tanggal 04 Desember 2018 dengan tema “ Maksimalisasi Potensi Kampung Glintung Go Green ( 3G ) . Dengan tema yang diambil ini, menimbulkan ketertarikan kami untuk meneliti lebih dalam bagaimana bisa terbentuk kampung yang sebelumnya kumuh, sering banjir jika terjadi hujan menjadi kampung Go Green yang tiap sudutnya terdapat tanaman-tanaman hijau.

Adapun tujuan dari Kunjungan lembaga ke Pemerintah Kota Malang ini adalah untuk melaksanakan Forum Group Discussion (FGD) dan memperoleh data-data yang menjadi pertimbangan valid atau tidaknya data penelitian yang telah kami dapat dari beberapa informan. Dalam FGD yang dimoderatori oleh Kabag Layanan Pengadaan Barang Jasa Sekda Pemkot Malang Drs R. Wijaja Saleh Putra sekaligus sebagai narasumber dan beberapa narasumber lainnya yang hadir dalam membahas Kampung Glintung Go Green di atas dari beberapa prespektif yang ada yaitu : 

1.      Staff Ahli Bappeda Pemkot Malang

2.      Staff Balitbang

Dalam perspektif pertama yang bersumber dari Kabag Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Sekda Pemkot Malang membahas mengenai bisa terbentuknya Kampung Glintung Go Green melalui mindset warga. Dalam melakukan perubahan dari sebelumnya tidak baik menjadi baik yang harus dilakukan pertama-tama adalah mengubah mindset seluruh warga sekitar untuk mengubah lingkungannya menjadi baik. Kampung Glintung Go Green ini terbentuk karna mindset warga yang ingin daerah tempat tinggalnya menerapkan hidup sehat dan bebas banjir ketika musim hujan datang. Mengubah mindset itu tidak mudah butuh proses yang panjang sehingga bisa tercipta mindset masyarakat untuk hidup lebih sehat. 

Pemkot Malang juga terus menguatkan dan merealisasikan program 100:0:100 yaitu pencapaian target 100% akses air minum, 0 % pemukiman kumuh, 100% akses sanitasi layak. Program ini bekerjasama dengan beberapa universitas dan organisasi yang berkecimpung di bagian sanitasi. Anggaran yang diberikan pemerintah sebesar 2.7 M dan program ini merupakan program yang terintegritas dalam waktu yang tidak terbatas. 

Dalam membangun Kampung Glintung Go Green, Bapak Bambang Irianto selaku Ketua RW 23 sekaligus pencetus Kampung Glintung Go Green beserta warga kampung Glintung membutuhkan waktu yang panjang untuk membangun kampung glintung menjadi kampung Go Green seperti saat ini.

Dalam perspektif kedua yang dijelaskan oleh Staff Ahli Bapped Pemkot Malang dalam mengembangakan sanitasi di Kampung Glintung dan juga daerah-daerah lainnya di Kota Malang, Pemerintah Kota Malang bekerja sama dengan beberapa Universitas dan Organisasi yang berkaitan dengan sanitasi. Di Glintung banyak resapan air yang dibuat dengan berbagai macam ukuran. Resapan air ini berfungsi juga untuk menampung air hujan agar ketika musim kemarau tiba, air yang ada di resapan bisa digunakan untuk berbagai hal yang semestinya. Namun seiring perkembangan dan kemajuan dari Kampung 3G ini, tidak ada intervensi Pemerintah untuk menerapkan hal yang sama di kampung-kampung lainnya. Ketimpangan sosial ini membuat kecemburuan kampung sebelah dimana ketika Kampung Glintung sering mendapat penghargaan tetapi tidak bisa dirasakan oleh kampung sebelahnya, sangat berbanding terbalik dengan kesuksesan Kampung 3G ini.







'

03 Desember 2018

PENELITIAN KAMPUNG GLINTUNG GO GREEN

Kegiatan Penelitian dan Kunjungan Lembaga merupakan program kerja tahunan Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik. Adapun tujuan dari kegiatan Penelitian dan Kunjungan Lembaga ini yaitu untuk membuka pola pikir mahasiswa Administrasi Publik agar lebih luas serta peka terhadap isu-isu publik yang sifatnya kontemporer. Selain itu dari program kerja penelitian dapat melatih mahasiswa Administrasi Publik dalam membuat skripsi sehingga pada saat mengerjakan skripsi dapat memahami lebih dalam, baik dalam metode kualitatif maupun kuantitatif. Kegiatan Penelitian dan Kunjungan Lembaga periode 2018/2019 dilaksanakan di Kota Malang pada tanggal 01 – 07 Desember 2018 yang diikuti oleh 60 peserta, 56 peserta mahasiswa- mahasiswi aktif Administrasi Publik Universitas Nasional dan 4 Dosen Pembimbing.

PENELITIAN DI KAMPUNG GLINTUNG GO GREEN

Kegiatan Penelitian tepatnya di Kampung Glintung Go Green, RW 23 Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, pada tanggal 03 Desember 2018. Yang bertemakan “Maksimalisasi Potensi Kampung Go Green Glintung Kota Malang”

Kota Malang adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya, dan kota terbesar ke-12 di Indonesia. Kota Malang merupakan bagian dari kesatuan wilayah yang dikenal dengan Malang Raya.Kota Malang dikenal baik karena dicap sebagai kota pendidikan. Selain itu Kota Malang dikenal memiliki banyak sekali kampung tematik yang bernuansa pedesaan dan khas. Salah satunya Kampung wisata di Kota Malang yang terkenal akan keramahan lingkungannya dan kehijauannya yaitu, Kampung Glintung Go Green (3G) yang terletak di Purwantoro. Kampung 3G pun merupakan kampung konservasi air pertama di Indonesia.

Dalam hal ini, laporan penulisan yang dibuat mengenai “Maksimalisasi Potensi Kampung Go Green Glintung Kota Malang” adalah salah satu keberhasilan pemberdayaan kampung/lingkungan yang unpotensial menjadi kampung yang berdaya guna. Inovasi dan kreatifitas yang bersumber dari warga setempat telah mampu merubah wajah kampung dari yang semula kumuh menjadi hijau dan asri karena dipenuhi dengan berbagai jenis tanaman. Keberhasilan ini berdasarkan hasil swadaya masyarakat tanpa ada keterlibatan pemerintah. Dengan bantuan dan kerjasama pihak Universitas Brawijaya yang berhasil menciptakan berbagai alat – alat pendukung seperti sumur injeksi dan berbagai ratusan biopori dengan berbagai ukuran yang meningkatkan kesejahteran masayarakat Kampung Glintung Go Green Kota Malang, karena sudah terhindar dari masalah kebanjiran. Intervensi pemerintah muncul saat kampung ini, telah berhasil menjadi tempat wisata edukasi. Bapak Ir. Bambang Irianto pencetus sekaligus Manager Kampung Glintung Go Green, kini telah menjadi konsultan hingga ke mancanegara untuk mensosialisasikan konsep Go Green.

Berikut beberapa galeri foto kegiatan Penelitian di Kampung Glintung Go Green, Malang:


















10 November 2018

Himapublik Mengajar (Opening)


Himapublik Mengajar merupakan Program Kegiatan terbaru yang dilaksanakan oleh Himapublik 2018-2019 yang diprakasai oleh Bidang Pengabdian Masyarakat. Himapublik Mengajar resmi dibuka oleh ketua umum Nur Laili Rahma pada tanggal 10 November 2018 bertempat RPTRA Belimbing, JL. Masjid Al-Falah No.5 Rt 006/002, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tema pada acara ini adalah “ Ceriamu adalah jembatan ilmu pengetahuan.” Acara ini berlangsung di 2 minggu sekali, dan di setiap pertemuan materi yang diberikan berbeda-beda. Di sini yang mengajar anak-anak RPTRA setempat bukan hanya dari Panitia dan Peserta, ada juga Voluunter (Relawan) dari Kakak Administrasi Publik lainnya dari berbagai angkatan. Anak-anak yang diajarkan juga beragam, dari TK-SD-SMP. Selain pemeberian materi pelajaran, di acara ini juga ada fun games, yang membuat Kakak yang mengajar bergembira bersama dengan Adek-adek yang diajarnya.

Berikut beberapa galeri foto kegiatan keseruan di Opening Acara Himapublik Mengajar:





















08 November 2018

TUTORIAL MAHASISWA BARU 2018


Pada kamis (18/10) telah sukses dilaksanakan acara Tutorial Mahasiwa Baru 2018. Acara Tutor Maba ini sudah menjadi kegiatan yang selalu dilakukan Himapublik setiap tahunnya, di awal masuknya Para Mahasiswa Baru di jurusan Administrasi Publik. Kali ini acara Tutorial Mahasiswa Baru 2018 bertemakan “Membangun Pemahaman Cerdas dan Kritis”. Acara yang berlangsung dari Pagi sampai Sore ini diisi dari berbagai macam kegiatan dari; Persentasi Peserta Mahasiswa baru dan Pertunjukkan musik dari anggota himapublik terlebih dari Biro Seni. Acara ini diadakan di Ruang Aula Blok 1 Lantai 4 Universitas Nasional.

Berikut beberapa momen yang ada di Acara Tutorial Mahasiwa Baru Administrasi Publik 2018:


SAMBUTAN DARI KETUA PELAKSANA: MAULIDINA


SAMBUTAN DARI SEKRETARIS PRODI ADM PUBLIK; ANGGA SULAIMAN S.IP., M.AP.



SAMBUTAN DARI WAKIL DEKAN; AOS YULI FIRDAUS S.IP., M.Si 



SAMBUTAN DARI KEPALA PRODI ADM PUBLIK; DR AHMAD MUKSIN, M.Si


DAN BEBERAPA MOMEN LAINNYA

        

PERKENALAN ANGGOTA HIMAPUBLIK YANG
DIPIMPIN KETUA UMUM HIMAPUBLIK
PERTUNJUKKAN DARI ANGGOTA HIMAPUBLIK
PENILAIAN PERSENTASI KELOMPOK DARI
 BPH UMUM DAN PELAKSANA
PARA PESERTA FOKUS MENGIKUTI TUTOR MABA
         


DAN DITUTUP DENGAN FOTO BERSAMA DARI ANGGOTA HIMAPUBLIK DENGAN PESERTA TUTORIAL MAHASISWA BARU ADMINISTRASI PUBLIK 2018
UNTUK MELIHAT MOMENTNYA BISA CEK DI YOUTUBE HIMAPUBLIK.